MANTABSSS...kesanku atas diskusi yang kuikuti hari ini di AKATIGA, sebuah LSM yang banyak melakukan penelitian sosial dan advokasi Buruh dan kaum marginal itu. Diskusi ini menghadirkan narasumber Diding Sakri, mantan Direktur Inisiatif yang baru memperoleh gelar magister dari Trento University, Italia. brrrr mendengar nama Universitasnya aja aku dah Minder, mengingat saat ini juga aku sedang kuliah S2 di salah satu PTS di Bandung..Apalagi kalo melihat kemampuannya,,beeeh dah takut duluan, krn rasanya kuliahku gitu-gitu aja,,tidak terlalu banyak mempengaruhi sisi keilmuanku. tapi ya sudahlah,,apapun jalani saja, mudah2an ada manfaatnya dikemudian hari
Tema diskusi ini sebetulnya tentang metode Social Network Analysis (SNA). salah satu metode yang banyak berkembang di wilayah Eropa, di Indonesia katanya jarang sekali penelitian yang menggunakan metode ini..tapi saya akan coba track melalui Mr google deh untuk membuktikannya.
Presentasi berawal dari konteks permasalahan jaminan kesehatan bagi masyarakat yang saat ini masih belum jelas, khususnya ditingkat pusat. Namun meskipun demikian ada beberapa daerah yang sudah lebih mengembangkan tentang sistem jaminan kesehatan melalui sistem asuransi, salah satunya adalah bandung dan Sumedang. Nah berangkat dari best practice itulah penelitian ini dilakukan dengan mencoba mencari tahu, aktor-aktor yang berperan dalam perumusan kebijakan sehingga menghasilkan perda tersebut. harapannya ketika bisa ditemukan karakteristik aktor yang berpengaruh tersebut, kedepannya bisa dijadikan model bagi pelaksanaan advokasi di daerah lain.
metode SNA diawali dengan melakukan pengumpulan informasi tentang aktor,,tanpa melibatkan atribut yang melekat pada masing-masing. Lalu kemudian mengumpulkan informasi tentang atribut aktor2 tersebut. berdasarkan itu, kemudian di track keterhubungan antara aktor2 tersebut, dengan pendekatan berbagai indikator. nah hasilnya dianalisis deh menggunakan software, namanya Pajek.
bagaimana tentang penggunaan software tersebut? nah masalah ini belum terbahas secara tuntass..mudah2an ada tindak lanjutnya sehingga peserta mampu melakukan hal yang relatif sama khususnya dalam melakukan penelitian sosial.
Terlepas dari itu, bagi diriku pribadi, diskusi itu menambah khazanah baru terutama menginspirasi dalam penyusunan Thesis..yang skarang belum kepikiran mau bagaimana. Semoga bener2 bisa bermanfaat deh..
Kamis, 23 Juni 2011
Selasa, 21 Juni 2011
Rabu, 15 Juni 2011
Dilematis
Hari ini mendapatkan kabar baik yang cukup membuatku bingung untuk menanggapinya. Management meng SMS " Dear Ikbal, uang untuk kuliah Insyaallah sudah bisa diambil besok ya..nuhun". Dug..perasaan senang bercampur bingungpun melanda.
Senang, karena itu berarti ada biaya yang bisa digunakan untuk membayar kuliah semester ini yang sudah hampir mau berakhir dan injury time. Bingung, karena itu berarti ketergantunganku akan semakin besar, padahal sungguh aku tak ingin dalam posisi yang dependen.
Memang sudah lama aku mengajukan "pinjaman" dengan alasan untuk biaya kuliah itu, hanya saja waktu itu managemen bilang bahwa saat ini kondisi keuangan sedang agak sulit. yasud lah, kupikir aku bisa cari jalan yang lain. Disisi lain mendengar itu aku juga agak tenang, karena itu berarti aku tak akan terlalu bergantung. Apalagi banyak selentingan yang beredar bahwa beberapa rekan kerja merasa "iri" dengan perlakuan managemen kepadaku selama ini, jadi kupikir ini adalah momentum yang tepat untuk menepis "tuduhan" itu, dan membuktikan bahwa pada dasarnya aku dan yang lain mendapatkan perlakuan yang sama dr manajemen.
Tapi kenyataannya, komitmen manajemen untuk membiayai kuliahku ternyata terus berlanjut..dan belum tahu lagi langkah apa yang harus kulakukan selanjutnya..
Allah maha pemberi petunjuk..Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk langkah yang terbaik yang harus kulakukan..Amiin
Senang, karena itu berarti ada biaya yang bisa digunakan untuk membayar kuliah semester ini yang sudah hampir mau berakhir dan injury time. Bingung, karena itu berarti ketergantunganku akan semakin besar, padahal sungguh aku tak ingin dalam posisi yang dependen.
Memang sudah lama aku mengajukan "pinjaman" dengan alasan untuk biaya kuliah itu, hanya saja waktu itu managemen bilang bahwa saat ini kondisi keuangan sedang agak sulit. yasud lah, kupikir aku bisa cari jalan yang lain. Disisi lain mendengar itu aku juga agak tenang, karena itu berarti aku tak akan terlalu bergantung. Apalagi banyak selentingan yang beredar bahwa beberapa rekan kerja merasa "iri" dengan perlakuan managemen kepadaku selama ini, jadi kupikir ini adalah momentum yang tepat untuk menepis "tuduhan" itu, dan membuktikan bahwa pada dasarnya aku dan yang lain mendapatkan perlakuan yang sama dr manajemen.
Tapi kenyataannya, komitmen manajemen untuk membiayai kuliahku ternyata terus berlanjut..dan belum tahu lagi langkah apa yang harus kulakukan selanjutnya..
Allah maha pemberi petunjuk..Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk langkah yang terbaik yang harus kulakukan..Amiin
Senin, 13 Juni 2011
......lg melow......
Ingin sekali rasanya mencurahkan kesedihan sekaligus kebanggaanku terhadap jagoanku..tapi gak tahu harus mulai dari mana, dan caranya bagaimana. kukira tak ada satupun media yang sempurna untuk menggambarkan isi hatiku ini.
I love my son..
Aku tertegun, ketika membayangkan mu, pahlawan kecilku selama ini selalu berjuang untuk melawan sesuatu yang seolah "given" yang ada pada dirimu.
aku bangga , ketika melihatmu..bahkan hatiku saat ini bisa dengan jelas melihatmu berupaya ceria sambil berucap " dadah ayah..dadah dadah" sembari melambaikan tanganmu yang mungil itu..padahal kutahu hatimu sedih karena ku berusaha membujukmu untuk rela untuk kutinggalkan..aku janji, akan mengajakmu bermain bersama hingga kau terlelap.
Aku tahu..engkau akan menjadi "orang besar" yang menjadi kebanggaan kami, kedua orang tuamu, Agamamu, bahkan seluruh isi bangsa ini.
Aku tahu kau akan menjadi orang yang banyak memberi manfaat untuk sekitarmu, sesuai dengan makna filosofis yang terkandung dalam namamu
aku tahu..bahwa sebagian "lingkungan kita" tak mengerti sikapmu..tapi aku, dan bundamu,,,kini mengerti..dan kutahu kau akan terus berusaha..you're the best of mine..
Ayo anaku,,,kita harus bekerjasama untuk "menuntaskan" gangguan itu...
I love my son..
Aku tertegun, ketika membayangkan mu, pahlawan kecilku selama ini selalu berjuang untuk melawan sesuatu yang seolah "given" yang ada pada dirimu.
aku bangga , ketika melihatmu..bahkan hatiku saat ini bisa dengan jelas melihatmu berupaya ceria sambil berucap " dadah ayah..dadah dadah" sembari melambaikan tanganmu yang mungil itu..padahal kutahu hatimu sedih karena ku berusaha membujukmu untuk rela untuk kutinggalkan..aku janji, akan mengajakmu bermain bersama hingga kau terlelap.
Aku tahu..engkau akan menjadi "orang besar" yang menjadi kebanggaan kami, kedua orang tuamu, Agamamu, bahkan seluruh isi bangsa ini.
Aku tahu kau akan menjadi orang yang banyak memberi manfaat untuk sekitarmu, sesuai dengan makna filosofis yang terkandung dalam namamu
aku tahu..bahwa sebagian "lingkungan kita" tak mengerti sikapmu..tapi aku, dan bundamu,,,kini mengerti..dan kutahu kau akan terus berusaha..you're the best of mine..
Ayo anaku,,,kita harus bekerjasama untuk "menuntaskan" gangguan itu...
Selasa, 07 Juni 2011
Hampir Terkena Musibah, Mungkin Jawaban dr Do'a..
Dag dig dug...jantung langsung berdebar, keringat dingin mengucur..kaget luar biasa saat tersadar bahwa tas backpack yang berisi laptop, sejumlah uang..tidak ada dipunggungku. langsung berpikir apakah aku lupa nyimpen??kira-kira dimanakah tas itu berada? maklum tas itu lumayan gede, jadi ga mungkin terselip di kolong lemari atau dibawah kursi, atau bahkan disudut lain rumah yang kutinggali. sempat bertanya kepada mertua :"mah, kalo aku tadi bawa laptop ga??dan mertuakupun menjawab tidak tahu..barulah tersadar bahwa tas backpack ku ketinggalan di tukang cukur..
Tanpa pikir panjang, aku langsung bergegas, keluar pintu setengah berlari, mengeluarkan motor yang sebelumnya dah disimpan digarasi..dan ku starter..ngebuuut menuju tempat cukur yang tidak terlalu jauh dari rumah. Syukur Alhamdulillah...tas itu, masih setia menunggu di tempat parkir motorku saat dicukur tadi. padahal ada jeda waktu sekitar 1,5 jam antara saat aku sadar bahwa kehilangan tas, dan saat pertama kali meletakannya di samping motorku yang ku parkir ditempat cukur itu. waktu segitu sangat cukup dan leluasa bagi pelaku kejahatan untuk beraksi. atau bagi yang sebelumnya tidak berniat jahat, tetapi melihat ada kesempatan, lalu melakukan kejahatan (maklum menurut bang NAPI: kejahatan bukan hanya ada niat pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan, maka waspadalah waspadalah!) Disitulah kuasa Allah..dan kasih sayangNya kepada Ku..Alhamdulillah.
Jawaban dari Keraguan..
mengambil pelajaran dari kejadian itu, akupun berpikir, apa yang salah?? lalu akupun teringat bahwa sebelum pulang tadi ada tiga hal yang kuarasa aku bersalah sekaligus ragu :
1) menjelang pulang kantor, sudah sangat mepet waktu magrib. memang sebelumnya sempat ragu, apakah harus sholat dulu ataukah langsung pulang??konsekwensinya kalo langsung pulang aku ga akan sempat sholat magrib, maklum perjalanan kantor menuju rumah skitar 45 menit. namun ternyata bisikan setan membuatku langsung pilih pulang tanpa melaksanakan sholat yang menjadi kewajibanku.
2) ditengah perjalanan, kemudian muncul lagi pikiran, apakah langsung pulang atau makan malam dulu di pecel lele langgananku? kalo langsung pulang aku akan sempat sholat magrib, meskipun injury time, tapi konsekwensinya aku ga bisa makan pecel lele yang menggoda itu. sebaliknya, kalo makan dulu, pasti ga akan sempat sholat magrib. lagi-lagi setan yang ku dengarkan bisikannya, dan akupun pilih makan dulu, karena di rumah belum tentu tersedia makanan, apalagi aku akan mampir ke tukang cukur dulu, sebelum ke rumah (maklum rambutku dah dicomplain banyak orang, katanya "semrawut") dan masalah sholat, bisa di jama' dengan Isya..pikirku. dan akupun akhirnya makan dengan lahapnya
3) seperti biasanya, saat makan, kemudian dihampiri oleh anak kecil yang (juga langganan) minta-minta dengan memelas " pak..minta pak.." katanya begitu, dengan muka muram, kusut dan baju lusuhnya. biasanya, anak itu memang ku pesankan makanan juga, seperti apa yang biasa ku makan. kalo aku makan lele, maka dia pun dipesankan lele. Tapi kali ini setan meyakinkan ku bahwa minta-minta sudah jadi profesi bagi si anak itu, buktinya dia rutin minta-minta ditempat itu, okelah kalo dia memang butuh makan karena lapar, pasti aku akan belikan atau ku kasih uang, tetapi kalo minta-minta itu jadi profesi, ya No Way lah !, pikirku begitu. Dan akupun menolaknya, tak sepeserpun keluar dari kantong saku ku. Anak itu pun pergi entah kemana.
Namun, pergulatan pikiran itu, ternyata terus berlangsung meskipun anak itu sudah pergi. di satu sisi merasa bersalah dan berdosa karena menelantarkan anak itu, padahal aku mampu untuk membelikan nasi pecel atau memberikan beberapa peser uang disakuku, jangan-jangan dia lapar?!. Tapi disisi lain, aku merasa bahwa sudah sepatutnya aku bersikap begitu. sambil makan, kemudian bayar bahkan diperjalanan menuju pulang pun terus kepikiran seperti itu. dan akhirnya aku sadari bahwa ada malaikat dan setan yang sedang berupaya meyakinkanku tentang kebenaran yang sejati. Namun parahnya, aku tak mampu mengidentifikasi mana bisikan malaikat dan mana bisikan setan.
Untungnya, sambil mengendarai motor, aku ingat, bahwa Allah maha tahu. akupun berdoa kepadaNya. kalo apa yang telah kulakukan salah, tolong beritahu kepadaku bahwa itu salah. jangan Kau peringatkan aku, cukup beritahu saja ya Allah. Kira-kira begitulah doaku. sebetulnya doa itupun terpanjatkan karena perasaan bersalah yang semakin lama semakin besar.
Singkat cerita, sampailah kepada tujuanku sebelum ke rumah, yaitu Tukang Cukur!. kuparkirkan motor, lalu disitu pula ku buka jaket karena merasa kegerahan, otomatis sebelum buka jaket, aku harus menyimpan backpacku yang setia menempel dipunggungku. maka ku simpanlah backpack itu di dekat motor yang kuparkir. Tak sadar akupun langsung masuk kedalam ke tempat cukur tanpa menghiraukan backpak itu. kalo dipikir lagi memang ada yang aneh, saat aku masuk, motor yang sudah kusandarkanpun jatur terguling, alhasil bodinya lecet. langsung ku berdirikan dan kustandarkan dan kupastikan motor itu gak terguling lagi. saat terguling itulah aku berpikir, ooooh ini toh jawaban doaku, Allah memberitahuku bahwa apa yang telah ku lakukan salah. oke oke oke..dan rambutku pun dicukur seperti rencananya.
setelah selesai, lalu pulanglah aku menuju rumahku, dan tak sadar bahwa back pack itu ditinggal ditempat itu..
Allah memberitahu dengan berbagai cara...
Tanpa pikir panjang, aku langsung bergegas, keluar pintu setengah berlari, mengeluarkan motor yang sebelumnya dah disimpan digarasi..dan ku starter..ngebuuut menuju tempat cukur yang tidak terlalu jauh dari rumah. Syukur Alhamdulillah...tas itu, masih setia menunggu di tempat parkir motorku saat dicukur tadi. padahal ada jeda waktu sekitar 1,5 jam antara saat aku sadar bahwa kehilangan tas, dan saat pertama kali meletakannya di samping motorku yang ku parkir ditempat cukur itu. waktu segitu sangat cukup dan leluasa bagi pelaku kejahatan untuk beraksi. atau bagi yang sebelumnya tidak berniat jahat, tetapi melihat ada kesempatan, lalu melakukan kejahatan (maklum menurut bang NAPI: kejahatan bukan hanya ada niat pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan, maka waspadalah waspadalah!) Disitulah kuasa Allah..dan kasih sayangNya kepada Ku..Alhamdulillah.
Jawaban dari Keraguan..
mengambil pelajaran dari kejadian itu, akupun berpikir, apa yang salah?? lalu akupun teringat bahwa sebelum pulang tadi ada tiga hal yang kuarasa aku bersalah sekaligus ragu :
1) menjelang pulang kantor, sudah sangat mepet waktu magrib. memang sebelumnya sempat ragu, apakah harus sholat dulu ataukah langsung pulang??konsekwensinya kalo langsung pulang aku ga akan sempat sholat magrib, maklum perjalanan kantor menuju rumah skitar 45 menit. namun ternyata bisikan setan membuatku langsung pilih pulang tanpa melaksanakan sholat yang menjadi kewajibanku.
2) ditengah perjalanan, kemudian muncul lagi pikiran, apakah langsung pulang atau makan malam dulu di pecel lele langgananku? kalo langsung pulang aku akan sempat sholat magrib, meskipun injury time, tapi konsekwensinya aku ga bisa makan pecel lele yang menggoda itu. sebaliknya, kalo makan dulu, pasti ga akan sempat sholat magrib. lagi-lagi setan yang ku dengarkan bisikannya, dan akupun pilih makan dulu, karena di rumah belum tentu tersedia makanan, apalagi aku akan mampir ke tukang cukur dulu, sebelum ke rumah (maklum rambutku dah dicomplain banyak orang, katanya "semrawut") dan masalah sholat, bisa di jama' dengan Isya..pikirku. dan akupun akhirnya makan dengan lahapnya
3) seperti biasanya, saat makan, kemudian dihampiri oleh anak kecil yang (juga langganan) minta-minta dengan memelas " pak..minta pak.." katanya begitu, dengan muka muram, kusut dan baju lusuhnya. biasanya, anak itu memang ku pesankan makanan juga, seperti apa yang biasa ku makan. kalo aku makan lele, maka dia pun dipesankan lele. Tapi kali ini setan meyakinkan ku bahwa minta-minta sudah jadi profesi bagi si anak itu, buktinya dia rutin minta-minta ditempat itu, okelah kalo dia memang butuh makan karena lapar, pasti aku akan belikan atau ku kasih uang, tetapi kalo minta-minta itu jadi profesi, ya No Way lah !, pikirku begitu. Dan akupun menolaknya, tak sepeserpun keluar dari kantong saku ku. Anak itu pun pergi entah kemana.
Namun, pergulatan pikiran itu, ternyata terus berlangsung meskipun anak itu sudah pergi. di satu sisi merasa bersalah dan berdosa karena menelantarkan anak itu, padahal aku mampu untuk membelikan nasi pecel atau memberikan beberapa peser uang disakuku, jangan-jangan dia lapar?!. Tapi disisi lain, aku merasa bahwa sudah sepatutnya aku bersikap begitu. sambil makan, kemudian bayar bahkan diperjalanan menuju pulang pun terus kepikiran seperti itu. dan akhirnya aku sadari bahwa ada malaikat dan setan yang sedang berupaya meyakinkanku tentang kebenaran yang sejati. Namun parahnya, aku tak mampu mengidentifikasi mana bisikan malaikat dan mana bisikan setan.
Untungnya, sambil mengendarai motor, aku ingat, bahwa Allah maha tahu. akupun berdoa kepadaNya. kalo apa yang telah kulakukan salah, tolong beritahu kepadaku bahwa itu salah. jangan Kau peringatkan aku, cukup beritahu saja ya Allah. Kira-kira begitulah doaku. sebetulnya doa itupun terpanjatkan karena perasaan bersalah yang semakin lama semakin besar.
Singkat cerita, sampailah kepada tujuanku sebelum ke rumah, yaitu Tukang Cukur!. kuparkirkan motor, lalu disitu pula ku buka jaket karena merasa kegerahan, otomatis sebelum buka jaket, aku harus menyimpan backpacku yang setia menempel dipunggungku. maka ku simpanlah backpack itu di dekat motor yang kuparkir. Tak sadar akupun langsung masuk kedalam ke tempat cukur tanpa menghiraukan backpak itu. kalo dipikir lagi memang ada yang aneh, saat aku masuk, motor yang sudah kusandarkanpun jatur terguling, alhasil bodinya lecet. langsung ku berdirikan dan kustandarkan dan kupastikan motor itu gak terguling lagi. saat terguling itulah aku berpikir, ooooh ini toh jawaban doaku, Allah memberitahuku bahwa apa yang telah ku lakukan salah. oke oke oke..dan rambutku pun dicukur seperti rencananya.
setelah selesai, lalu pulanglah aku menuju rumahku, dan tak sadar bahwa back pack itu ditinggal ditempat itu..
Allah memberitahu dengan berbagai cara...
Kamis, 02 Juni 2011
Pressure dah kendur..saatnya Leisure..Berliburrrr...
Hampir saja jadi kenyataan...bersukur...Alhamdulillah atas kebaikanMu ya Allah..sungguh kenikmatan yang luar biasa. meskipun di hari ini semua orang yang bekerja cuti bersama sesuai dengan keputusan mentri PAN dan aku ga libur, bahkan masuk kerja seperti hari biasa, tak mengapa..tetap syukur karena pressure sudah mulai kendur dan siap-siap untuk leisure..
Beberapa minggu terakhir, aku merasakan stress yang lumayan,,kareena urusan pekerjaan yang harus kulakukan sementara nuraniku sulit menyetujuinya. tlah berupaya berulang kali untuk melakkan negosiasi atau lobby dengan nuraniku, tapi tetap sulit rasanya. akhirnya yang terjadi malah streess..kerjaannya tetap kulakukan sebisa mungkin, meskipun bertentangan dengan hati nurani.
Terlebih lagi, disaan menjelang hari libur, tepatnya hari senin/ selasa kemarin..ada tugas lanjutan yang harus kulakukan, dan ini jelas mengancam rencana libur bersama keluargaku yang tlah diangan-angankan sebelumnya..terus terang tidur pun ga nyenyak. akhirnya aku keluhkan kepada istri dan Allah, tuhanku. Alhamdulillah puji syukur karena Allah menganugerahkan Istri kepadaku yang luar biasa, penuh kasih sayang dan pengertian..sehingga aku berani menatap apapun yang akan ku lakukan. Disisi lain Allah pun memberikan jalan dan kemudahan yang tak pernah kusangka-sangka..hingga akhirnya Insyaallah Liburan keluargaku tak lagi terancam..
Bahkan saat ini (saat nulis blog ini) , aku sambil menunggu kedatangan istri dan anaku menjemput,,jauh-jauh dari Bogor..
Libur tlah tiba..siap siap dulu aaah..selamat berlibur untuk semuanya..
Beberapa minggu terakhir, aku merasakan stress yang lumayan,,kareena urusan pekerjaan yang harus kulakukan sementara nuraniku sulit menyetujuinya. tlah berupaya berulang kali untuk melakkan negosiasi atau lobby dengan nuraniku, tapi tetap sulit rasanya. akhirnya yang terjadi malah streess..kerjaannya tetap kulakukan sebisa mungkin, meskipun bertentangan dengan hati nurani.
Terlebih lagi, disaan menjelang hari libur, tepatnya hari senin/ selasa kemarin..ada tugas lanjutan yang harus kulakukan, dan ini jelas mengancam rencana libur bersama keluargaku yang tlah diangan-angankan sebelumnya..terus terang tidur pun ga nyenyak. akhirnya aku keluhkan kepada istri dan Allah, tuhanku. Alhamdulillah puji syukur karena Allah menganugerahkan Istri kepadaku yang luar biasa, penuh kasih sayang dan pengertian..sehingga aku berani menatap apapun yang akan ku lakukan. Disisi lain Allah pun memberikan jalan dan kemudahan yang tak pernah kusangka-sangka..hingga akhirnya Insyaallah Liburan keluargaku tak lagi terancam..
Bahkan saat ini (saat nulis blog ini) , aku sambil menunggu kedatangan istri dan anaku menjemput,,jauh-jauh dari Bogor..
Libur tlah tiba..siap siap dulu aaah..selamat berlibur untuk semuanya..
Langganan:
Postingan (Atom)