Sudah lama rasanya tidak sempat membuka halaman blog tercinta ini, karena kesibukan yang akhir-akhir ini lumayan padat (sok sibuk tea hahahah). tp sekedar mengabadikan berbagai momentum, saya sempatkan menulis di mini diary yang ada di gadget yang saya punya, tentunya karena fasilitas yang terbatas, akhirnya tidak bisa secara detail saya tuliskan (ternyata agak sulit juga nulis di aplikasi mini diary itu, mungkin karena keypad yang kecil jadi sering thypo heheheh)
ya lumayanlah..
Kamis, 28 April
Hmmm memang Allah tidak pernah memberikan sesuatu secara kebetulan.
Sejak seminggu yang lalu istri saya yang sedang hamil tua mengeluhkan dan
menyayangkan jika saya harus pergi meninggalkannya untuk mengunjungi tim ku
yang saat ini berada di Beberapa daerah. Sejujurnya ini adalah waktu yang
terbaik menurut saya, karena sebelumnya keberangkatanku untuk mengunnjungi
timku sudh diundurkan hingga 1 bulan. Namun namanya juga istri, apalagi sedang hamil
tua, sangat takut ditinggal suaminya, apalagi prediksi dokter, bayi yang ada
dalam perut istri akan lahir dalam waktu dekat, itu artinya kemungkinan besar
saya tidak bisa berada disampingnya saat itu..berat sih..but i have no choice
Allah memang maha tahu dan maha mengabulkan doa hambanya..2
hari sebelum hari ini sy sudah punya tiket, tujuan pertama saya adalah ke
kabupaten Bulungan, Ibukota Kalimantan Utara, provinsi yang paling baru di
Indonesia. Bahkan saya sudah punya tiket juga dari Bulungan ke Kendari, Ibukota
Sulawesi tenggara. Dalam tiket itu tertera, bahwa tanggal keberangkatan saya adalah
hari Sabtu, hari lusa.
Tadi malam, sekitar pukul 01.00 WIB, istri saya merasa
mules-mules..betapa senangnya saya, ..aku yakin bahwa ini adalah tanda-tanda
kelahiran anak kedua dan ketiga kami (bayinya kembar)..Alhamdulillah Allah
mentakdirkan saya dan menyempatkan saya untuk mendampingi istri melahirkan.
Sekitar pukul 3 dinihari, lahirlah anak kami yang kedua, dan pukul 4, lahirlah
si Bungsu.
Akhirnya, keberangkatanku ke Bulungan ditunda lagi..dan meskipun
saya sudah punya tiket, tp saya tidak bisa meninggalkan istri dalam kondisi
yang masih lemah setelah melahirkan. Saya pun memutuskan untuk meminta seorang
teman untuk menggantikanku.
Senin, 4 Maret 2012
Ini adalah hari
keberangkatanku ke Kendari..menginap di Hotel Dragon Inn, hotel baru yang
menurutku cukup nyaman. But nothing
special in this day which want to be shared here..
Selasa, 5 Maret 2012
Dengan kepergian saya ke Kendari, Saya merasa terpaksa harus
melewatkan momentum yang sangat baik. Hari ini adalah Aqiqah anak kembarku..Sebagai
seorang ayah, rasanya ingin sekali berada ditengah-tengah keluarga, berkumpul,
mengadakan pengajian, mencukur rambut anak kembarku dan prosesi prosesi lain
yang biasanya dilakukan pada saat aqiqah..Apalagi dulu waktu anak yang pertama
kami lahir, tidak ada prosesi aqiqah karena kami pada saat itu tidak punya uang
untuk menyelenggarakan dan membeli kambing/domba untuk dipotong. Giliran saat
ini mampu, saya tetap tdak punya kesempatan untuk menhadirinya hiks...
Istri sakit..
Sekitar pukul 14.00, saya mendapat kabar bahwa istri saya
masuk rumah sakit..duarrrr rasanya seperti disambar gledek. Dikala jauh seperti
ini, istri sy harus masuk rumah sakit karena pendarahan hebat..ooh my god..Sy
sangat khawatir terjadi apa-apa kepada istri saya tersayang..i cant imagine
that way..
Untungnya keluarga kami berkumpul pada acara aqiqah
itu..anak sy yang baru berumur beberapa hari pun di urus dan disusuin kakak
saya. Mamah dan mamah mertua menjaga di Rumah sakit, dan harus di oppname
karena kondisi istri saya sangat lemah sekali..ah saya ga mau mikir hal-hal yang
buruk, meskipun kenyataannya saya tidak bisa kendalikan pikiranku..sempat
berpikir untuk pulang saja, dengan tiket go show..tp itu ku urungkan, karena
keluarga menelpon dan mencoba menenangkan saya..katanya istriku sudah masuk
kamar operasi untuk di kuret..what the hell is this??!! Istriku sampe harus sakit
dan dikuret, disaat keluarga dan tentangga kami (minus saya) berkumpul di rumah
dalam suasana yang harusnya bahagia.
Alhasil, istriku di opname selama 5 hari. Memang keuangan
kami saat ini dalam kondisi tidak bagus, karena beberapa hari sebelumnya
digunakan untuk biaya melahirkan dan menyelenggarakan aqiqah hari ini, yang
lumayan berbiaya tidak sedikit. Tp yasudahlan, saya yakin pasti Allah memberikan jalan
keluarnya. Yang penting istriku kembali pulih, sehat dan bahagia.
Jumat 8 Maret 2013 12. 29
Saat ini saya lagi transit di Bandara Hasanudin Kota
Makassar, yang sudah tidak asing lagi bagi saya. Meskipun sebetulnya agak
surprise karena pada tiket penerbangan saya dari kendari menuju Kupang tidak
tercantum bahwa sya akan transit di bandara ini, yang tertulis hanya transit di
Surabaya sebelum sampai di bandara Eltari Kupang. Yasudahlah nikmati aja waktu
transit selama 2 jam dan berangkat lagi menuju Kupang namun transit dulu di
Surabaya.
Tibalah saya di bandara Juanda Surabaya,,hmmm bandara yang
tidak cukup nyaman bagi saya tentunya karena Bandara ini disesaki banyak
penumpang sementara kapasitas yang disediakan di Bandara ini nampaknya tidak
sesuai dengan lonjakan penumpang yang datang dan pergi. Penerbangan saya Ke Kupang masih harus menunggu 3 Jam lagi
bahkan lebih. Hmmm ya sudahlah saya memutuskan untuk mencari tempat makan
sekedar untuk nongkrong dan minum kopi, syukur2 kalau bisa mendapatkan makan
malam dulu sebelum take off , karena sudah dipastikan saya akan sampai di
kupang sekitar 11 malam..wwooow very very long trip.
Entahlah, pengalaman saya di bandara ini seringkali tidak
selalu baik, delayed take off sudah biasa saya alami di bandara ini. Saya tidak
tahu apa yang menyebabkan di bandara ini seringkali penerbangan tidak sesuai
dengan waktu yang tertera dalam jadwal
tiket. Dan perjalanan Ke Kupang pun
mengalami Penundaan,lebih dari 2 Jam..alhasil sudah diperkirakan saya akan
sampai di Kupang sekitar jam 23 waktu setempat. Sabar sabar..
Minggu, 10 Maret 2013

Ini adalah hari kedua saya berada di Kupang, Ibukota
Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelumnya saya
tidak pernah ke Kota Ini, jadi agak surprise. Kota ini tidak terlalu ramai, tentunya karena tidak bisa
dibandingkan dengan Kota Bandung, Jakarta ataupun Surabaya. Namun berbagai
fasilitas sudah menghiasi Kota ini, Hyeprmart, Swiss Bell Hotel, Aston Hotel dan
Pusat jasa lainnya, termasukPerguruan Tinggi Negeri.
Infrastrukutur jalanpun luar biasa mulus, nyaris setiap
tempat yang saya tempuh melewati jalan yang baik dan mulus. Padahal
sebelumnya , ketika saya mendengar nama “Kupang” atau ”NTT”, pikiran saya
membayangkan bahwa kota ini sangat terbelakang, infrastruktur buruk, dan
relatif terisolir, ahhh surprise banget lah.
Saya menginap di Hotel Astiti Jl Jendral Sudirman, sebuah
Hotel sederhana, namun cukup nyaman untuk sekedar tidur nyenyak melepas
kelelahan yang sudah mulai hinggap di tubuh saya. Pelayanan hotel inipun
relatif ramah, entah karena bagian dari SOP yang ditetapkan hotel tersebut
ataukah memang secara karakteristi orang Kupang memang ramah dan
fully help.
Hal yang mengesankan bagi saya tentang Kupang adalah jika hari minggu, penduduk kota ini seolah lenyap begitu saja, pusat-pusat pertokoan, fasilitas umum tutup..jalan-jalan sepi, bahkan untuk sekedar nyari makanpun sulit luar biasa. Hal ini karena penduduk kota Kupang yang mayoritas beragama kristen berbondong-bondong ke Gereja, jadi semua kegiatan keseharian mereka hentikan di hari minggu. wooow luar biasa, ketaatan dalam beribadah yang sangat mengagumkan.
Jalan-jalan ke Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS)..
Satu hal ingin dilakukan setelah beberapa tinggal di Kota ini adalah Jalan-jalan..butuh refreshing hehehe. Untungnya, seorang teman mendapatkan informasi bahwa Timor Tengah Selatan adalah destinasi wisata yang layak dikunjungi.

Dengan menggunakan mobil rental yang saya sopirin sendiri, berangkatlah ke daerah tujuan. menyusuri jalan yang relatif sepi dan melewati perkampungan-perkampungan para penduduk ex pengungsi Timor Leste semasa referendum dulu. Dari Kupang, TTS berada di sebelah timur menuju Atambua perbatasan Indonesia dengan Timor-Timur. Jarak tempuhnya kurang lebih 7 Jam dengan infrastruktur jalan relatif bagus namun berkelok kelok dengan belokan tajam dan tanjakan/turunan curam. weiiih seru banget..
Kurang lebih, TTS merupakan Kabupaten yang bersuhu dingin, seperti halnya puncak di Bogor atau Lembang di Wilayah Bandu deng Barat. Suhu udaranya diperkirakan sekitar 15-20 derajat celcius. Sebagaimana daerah-daerah lainnya disekitarnya, TTS juga sepi..seolah tak berpenghuni.
13 Maret 2013

Tujuan saya selanjutnya adalah Pulau Rote, merupakan pulau ujung terluar selatan Indonesia..Rotendao adalah nama kabupaten. Pulau ini bisa dijangkau dari Kota Kupang menggunakan Kapal Cepat selama 1,5 Jam. Jika beruntung, dalam arti cuaca bagus, kapal cepat ini akan berhenti dan berlabuh di pelabuhan Ba'a (Kecamatan pusat Kota Rote), tapi bila cuaca tidak bagus, Nakhoda akan memutuskan untuk turun jangkar di Pelabuhan Papela. Maklum, Laut yang harus dilalui merupakan laut yang terkenal dengan gelombang yang tinggi.

Bagi masyarakat setempat, sudah tidak merasa aneh jika Kapal Cepat tidak beroperasi dikarenakan gelombang tinggi. bagi mereka yang bisa dilakukan hanyalah pasrah,,sambil menunggu dan berharap besok harinya cuaca akan lebih baik. Tidak salah jika Kapal cepat "mogok beroperasi" akan berdampak pada terisolirnya daerah ini dari daerah-daerah tetangganya. hmmmm...

Itulah mungkin sebabnya barang-barang di daerah ini tergolong mahal, terutama BBM. Satu liter bensin premium di daerah ini bisa mencapai 20 ribu..sungguh
high cost. Menurut penduduk setempat dan informasi dari wartawan kenalan saya, tingginya harga bensin ini merupakan ulah para
pengusaha hitam yang selalu mengambil keuntungan dari situasi ini. Pada akhirnya mereka membuat rekayasa agar di Rote tidak ada Pompa Bensin, ah entahlah..

Pulau ini, tergolong indah, dengan pemandangan yang sangat asri dan asli jauh dari tangan-tangan jahil manusia. semuanya nampak masih alami dengan batu karang yang menjuntai tinggi diatas permukaan laut, Pohon-pohon besar tumbuh tinggi dengan liar dan bibir pantai yang berpasir putih yang selalu siap menyambut kedatangan birunya air laut yang dibawa oleh ombak..Indaaaah..
17 Maret 2013
Akhirnya saya mengalamai juga hal yang belum pernah saya
lakukan sebelumnya, Snorkeling..wuiih,
dan itu dilakukan di daerah Kabupaten
Wakatobi, tepatnya di Kecamatan Wangi-wangi..tempat yang terkenal hingga ke
mancanegara karena keindahan bawah lautnya, dengan beribu spesies ikan dan
terumbu karang yang beraneka warna.
Aah akhirnya sempat juga mencoba,,meskipun ternyata tak
semudah yang saya bayangkan sebelumya, saya kira cukup dengan modal bisa
renang, pasti bisa snorkling, padahal tidak. Membiasakan bernafas menggunakan
mulut merupakan tantangan tersendiri. Berkali-kali saya mencoba tetapi yang
ada malah merasa tersiksa karena
berkali-kali pula air laut yang asin itu masuk terminum, terlebih lagi berkali
kali pula air itu masuk melalui hidung aaah, sakiit jendral..!

Namun setelah terus berlatih dan mencoba akhirnya bisa juga
menggunakannya dengan nyaman. Berangkatlah ke Spot yang jadi tujuan untuk
snorkeling dengan menggunakan speedboat yang dinakhodai oleh pemandu.
Setelah mesin speedboat dimatikan, tak
menunggu lama lagi saya langsung menggunakan Pin, Kacamata dan snorkle dan
byuuurr,,mencebur langsung ke dalam jernihnya air laut Waha, bersatu dan
menjadi bagian darinya..aaah nikmatnya..
Dapat dilihat dengan sangat jelas sekali, berbagai jenis
ikan berenang bebas, sebagian bersembunyi malu di sela-sela terumbu karang yang
penuh warna. Rasanya tidak pernah melihat keindahan seperti ini sebelumnya,
kecuali di foto-foto karya penyelam profesional atau hasil imajinasi dari tontonan
National Geographic Chanel hehehe.
19 Maret 2013
Its show time,,,yeah..
20 Maret 2013
Kembali ke Jakarta..tidak langsung ke Bandung, karena besok
mau ekspose di Pemda DKI Jakarta. Alhamdulillah..tak sabar untuk ketemu istri dan anak anak ku..kangeeen :)